Skip To Main Content

Toggle Close Container

Mobile District Home

Mobile Main Nav

Header Holder

Header Top

District Home Link

Toggle Schools Container

Translate

Utility Nav Desktop

Quick Links

Toggle Menu Container

Header Bottom

Header Bottom Right

Schools Canvas

Close Canvas Menu

Schools Tabs

horizontal-nav

Breadcrumb

Bagi pecinta film aksi komedi asal Korea Selatan, saga My Wife is Gangster tentu sudah tidak asing lagi. Serial yang dimulai pada tahun 2001 ini berhasil mencuri perhatian berkat konsep unik: seorang bos mafia wanita tangguh yang harus menjalani kehidupan rumah tangga.

Intinya, jika Anda mencari film dengan heart dan romansa, film pertama adalah yang terbaik. Namun jika Anda hanya ingin melihat aksi perempuan tangguh tanpa beban cerita rumit, film ketiga ini layak Anda tonton. Jawabannya: Ya, dengan catatan.

Jika Anda mengatur ekspektasi dengan benar—bahwa ini bukan lagi kisah Eun-jin, melainkan cerita baru dengan karakter Aryong—maka adalah film aksi komedi yang menghibur. Shu Qi berhasil membawa karismanya sendiri tanpa meniru pendahulunya. Lee Beom-soo juga layak mendapat acungan jempol karena mampu menjadi straight man yang sempurna untuk kekonyolan di sekitarnya.

Apakah Anda sudah menonton film ini? Atau mungkin Anda mencari subtitle untuk film Korea lainnya? Tulis komentar Anda di bawah (jika artikel ini dipublikasikan di blog atau forum diskusi).

Terlebih lagi jika Anda berhasil mendapatkan yang berkualitas. Semua dialog, lelucon lintas budaya, dan teriakan minta tolong Gi-chul akan terasa lebih hidup dan menggelitik.

Sesampainya di Korea, Aryong yang tidak bisa berbahasa Korea—hanya fasih berbahasa Mandarin dan sedikit Inggris—harus beradaptasi dengan lingkungan asing. Di sinilah ia bertemu dengan (diperankan oleh Lee Beom-soo), seorang detektif bernapas pendek (asma) yang sedang dalam masa percobaan karena kinerjanya buruk.